PERBEDAAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA YANG BERASAL DARI SEKOLAH UMUM DAN PESANTREN

Main Article Content

Melisa Putri
Suci Rahma Nio

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama yang berasal dari sekolah umum dan pesantren di Universitas Negeri Padang. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakn teknik snowball sampling, yaitu dengan menetapkan kriteria tertentu sebagai sampel penelitian serta mencari orang lain dari sampel awal untuk melengkapi jumlah sampel yang semula kecil menjadi besar. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 100 orang mahasiswa Universitas Negeri Padang tahun masuk 2021 yang berasal dari SMU dan pesantren. Alat ukur yang digunakan adalah modifikasi Skala SACQ yang dikembangkan oleh Baker (1984). Data dianalisis dengan menggunakan independent sample t-test. Hasil uji analisis data yakni 0,004 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama yang berasal dari sekolah umum dan pesantren.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Putri, M. and Rahma Nio, S. (2022) “PERBEDAAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA YANG BERASAL DARI SEKOLAH UMUM DAN PESANTREN”, Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 5(1), pp. 119-125. doi: 10.31933/rrj.v5i1.578.
Section
Sosial Sciences

References

Adiwaty, M. R., & Fitriyah, Z. (2015). Efektivitas strategi penyesuaian mahasiswa baru pada prosses pembelajaran di perguruan tinggi. Studi pada UPN Veteran Jawa Timur. Neo-bis, 9(2), 01-15.
Baker, R. W., & Siryk, B. (1984). Measuring adjustment to college. Journal Of Counselingg Pyschology, 31(2), 179.
Fathnar, V. N., & Anam, C. (2014). Kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga. Doctoral Dissertation. Universitas Ahmad Dahlan.
Furqan, A. (2015). Konsep Pendidikan Islam Pondok Pesantren dan Upaya Pembenahannya. Padang: UNP Press.
Gunarsa, S. D., dan Yulia, S. D. G. (2003). Psikologi Perawatan. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Herman, H. (2013). Sejarah pesantren di Indonesia. AL-TA’DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 6(2), 145-158.
Hidayah, N. (2015). Gambaran penyesuaian diri efektif pada mahasiswa baru alumni pesantren di perguruan tinggi. Doctoral Dissertation. Universitas Airlangga.
Ismail, W. (2009). Analisis komparatif perbedaan tingkat keagamaan siswa di lembaga pendidikan Pesantren, MAN, dan SMUN. Lentera Pendiidkan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 12 (1), 87-102
Lidya, S. F., &Darmayanti, N. (2015). Self-efficacy akademik dan penyesuaian diri siswa kelas X SMA Patra Nusa. Jurnal Diversita, 1(1).
Munawir, S. (1993). Hubungan Antar Agama. Cet. II. Jakarta: Ciputat Press.
Muslim, A. (2013). Interaksi sosial dalam masyarakat multietnis. Jurnal Diskursus Islam, 1 (3), 483-494.
Mutambara, J., & Bhebe, V. (2012). An analysis of the factors affecting students’ adjustment at a University in Zimbabwe. International Education Studies, 5(6), 244-260.
Nadzir, A., & Wulandari, N. W. (2013). Hubungan religiusitas dengan penyesuaian diri siswa pondok pensantren. Jurnal Psikologi Tabularasa, 8(2).
Olani, A. (2009). Predicting first year university students’ academic success. Electronic Journal Of Research In Educational Psychology, 7(3), 1053-1072.
Rudyani, M. A., Astuti, I. T., & Susanto, H. (2018). Perbedaan antara program full day scholl dan reguler terhadap perkembangan psikososial siswa SMP negeri di Kecamatan Ngaliyan. In Unissula Nursing Conference Call for Paper & National Conference, 1(1), 45-52.
Shodiq, M. (2011). Pesantren dan Perubahan Sosial. Jurnal Sosiologi Islam, 1(1), 111-122.