HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI KECAMATAN TELUK DALAM, KABUPATEN NIAS SELATAN

Main Article Content

Sovia Masiriang Sarumaha
Free Dirga Dwatra

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan harga diri dengan perilaku merokok pada remaja di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Metode penelitian kuantitatif yang digunakan yaitu quota sampling dengan remaja laki-laki berjumlah 100 orang yang berusia 10-18 tahun di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan yang merupakan subjek pada penelitian. Skala harga diri dan perilaku merokok dipakai sebagai metode pengambilan data. Data dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri dan perilaku merokok pada subjek dengan nilai sig. 2tailed 0,00 (P<0,05).

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Masiriang Sarumaha, S. and Dirga Dwatra, F. (2022) “HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI KECAMATAN TELUK DALAM, KABUPATEN NIAS SELATAN”, Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 5(1), pp. 360-367. doi: 10.31933/rrj.v5i1.615.
Section
Sosial Sciences

References

Ariasti, D., & Iva P. S. (2018). Hubungan harga diri dengan kebiasaan merokok pada remaja di desa menuran kecamatan baki sukoharjo. KOSALA: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(1), 27-36.
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. (2018). Persentase Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Merokok dalam Sebulan Terakhir Menurut Kabupaten/Kota dan Kelompok Umur di Provinsi Sumatera Utara. Retrieved from https://sumut.bps.go.id/statictable/2020/02/03/1689/persentase-penduduk-usia-15-tahun-ke-atas-yang-merokok-dalam-sebulan-terakhir-menurut-kabupaten-kota-dan-kelompok-umur-di-provinsi-sumatera-utara-2018.html.
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara . (2018). Persentase Merokok Pada Penduduk Umur ≥ 15 Tahun Menurut Provinsi (Persen), 2016-2018. Retrieved from https://www.bps.go.id/indicator/30/1435/2/persentase-merokok-pada-penduduk-umur-15-tahun-menurut-provinsi.html.
Baumeister, R. F. (1993). Self-esteem The Puzzke of Low Self-regard. New York: Plenium Press
Carvajal, S. C., Wiatrek, D. E., Evans, R. I., Knee, C. R., & Nash, S. G. (2000). Psychosocial determinants of the onset and escalation of smoking: crosssectional and prospective findings in multiethnic middle school samples. Journal of Adolescent Health, 27, 255-265.
Coopersmith, S. (1967). The antecedents of self-esteem. San Francisco: Freeman and Company
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Appeoaches. California: Sage Publications.
Djaali. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
Etrawati, F. (2014). Perilaku merokok pada remaja: kajian faktor sosio psikologis. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 5(2), 77-85.
Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia Report. (2014). noncommunicable disease surveillance, monitoring and reporting: the global youth tobacco survey (gyts). World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int/teams/noncommunicable-diseases/surveillance/systems-tools/global-youth-tobacco-survey.
Hasanah, H. (2014). Baby Smoker: Perilaku konsumsi rokok pada anak dan strategi dakwahnya. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 9(2), 253-274.
Kasdianto, K. A. R. (2016). Hubungan harga diri dengan perilaku sph pada remaja laki-laki di smk pgri 1 kediri. Skripsi. Universitas Brawijaya
Kemenko PMK. (2021). Remaja Merokok Ancaman Bagi Masa Depan Bangsa. Retrieved from https://www.kemenkopmk.go.id/remaja-merokok-ancaman-bagi masa-depan-bangsa.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.
Ahmad, K., Asghar, M., Kourosh, H. N., Mahmood, M., Ali, A. P., & Mohammad, A. M. (2016). Causal effect of self-esteem on cigarette smoking stages in adolescents: coarsened exact matching in a longitudinal study. Osong Public Health Res Perspect, 7(6), 341-345.
Kim, Y. H. (2005). Korean adolescents' smoking behavior and its correlation with psychological variables. Addictive Behaviors, 30(2), 343-350.
Komalasari, D., & Helmi, A. F. (2000). Faktor-faktor penyebab perilaku merokok pada remaja. Jurnal Psikologi, 27(1), 37-47
Kono, H., Keraf, M. P. A., & Panis, M. P. (2020). Self esteem dengan perilaku merokok siswa. Journal of Health and Behavioral Science, 2(1), 31-44
Meilani, P., dan Tengku, R. M. (2017). Merokok di kalangan mahasiswa. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, 4(2), 1-14.
Myers, D. G. (2012). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Nugroho, R. S. (2017). Perilaku merokok remaja (perilaku merokok sebagai identitas sosial remaja dalam pergaulan di surabaya). Doctoral dissertation. Universitas Airlangga.
Santrock, J. W. (2003). Adolescence: Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga
Santrock, J. W. (2003). Adolescence: Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga
Soetjiningsih. (2010). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannnya. Jakarta: Sagung Seto.
Shelley, E. T., Letitia, A. P., & David, O. S. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Kencana.
Veselska. (2009). Self Esteem And Resilience: The Connection With Risky Behaviour Among Adolescents. Elsevier Ltd.
Widodo, A. S. (2013). Harga diri dan interaksi sosial ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(2).