FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN ADVOKASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN BERITA HOAX OLEH DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI SUMATERA BARAT

Main Article Content

Saza Rahmanda
Afriva Khaidir

Abstract

Penelitian ini berangkat dari literasi masyarakat dalam memahami validitas berita masih rendah, kebiasaan masyarakat untuk menyebarkan informasi (share) tanpa mencari kebenarannya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode dan teknik purposive sampling sedangkan teknik yang digunakan untuk menguji keabsahan data adalah dengan menggunakan teknik trianggulasi. Hasil penelitian ini adalah faktor penghambat advokasi dan komunikasi pencegahan penyebaran berita hoaks oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat, yaitu a. banyak akun palsu yang beredar, b. media sosial menjaga privasi penggunanya, dan c. anggaran yang terbatas

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rahmanda, S. and Khaidir, A. (2022) “FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN ADVOKASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN BERITA HOAX OLEH DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI SUMATERA BARAT”, Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 5(1), pp. 525-530. doi: 10.31933/rrj.v5i1.636.
Section
Sosial Sciences

References

Aminah, A. N. (2019). Akibat Hoax di Alat Sosial Facebook kepada Pemilih Pendatang baru. Harian Komunikasi Global
Ardiyanti, H. (2018). Pilkada Berbarengan 2018 serta Etika Alat Sosial. Kabar Pendek, 10 (1), 25–30.
Berakal, A. (2017). Informasi Dusta (Hoax) Di Media Sosial Serta Pembuatan Pandangan Khalayak. Kabar Pendek, 9 (1), 17–20.
Beritasatu. com. (2017). Jokowi: Penguasa Terus Perangi Hoax. Retrieved June 16, 2020,
CNN Indonesia. com. (2016). Penyebar Informasi Hoax di Indonesia Dapat Raup Rp700 Jutaan. Retrieved September 11, 2020
Elcaputera, Dinata, A. W. (2019). Penegakan Hukum Penyebaran Informasi Dusta (Hoax) dalam Penajaan Pemilu 2019 ditinjau dari Rancangan Kesamarataan Pemilu. Call For Paper
Harahap, N. (2014). Riset Daftar pustaka. Harian Iqra’, 8 (1), 68–73.
Ireton, Posetti, J. (2019). Jurnalistik," Informasi Ilegal", serta Disinformasi Kondisi Indonesia. Jakarta: UNESCO Office. Kriyantono, R. (2006). Teknis Efisien Studi Komunikasi. Jakarta: Emas Prenada Alat Group.
Kominfo. go. id. (2017). Membekukan 6. 000 Web Hoax, Kemkominfo: Penyebaran Sangat Besar di Januari. Retrieved June 16, 2020
Nurlatifah, Meter. Irwansyah. (2019). Fact- Checking Journalism Selaku Program Kerja sama Human and Machine Pada Jurnalistik Digital. Harian Komunikasi, Daya muat 13, Nomor2, 121- 134.
Rini, 2014, Pengembangan Perkotaan dalam Masa Teknologi Data serta Komunikasi, Gadjah Mada University Press. Belas kasih, Abdur, 1992, Perbuatan Kejahatan dalam Syariat Islam, (Jakarta: PT. Melton Putra)
Setya Watie, E. D. (2011). Komunikasi Serta Alat Sosial. Harian The Messenger, 3, 69- 75