KONTRIBUSI SELF-DISCLOSURE TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MENANTU PEREMPUAN DENGAN IBU MERTUA DI KOTA PADANG

Main Article Content

Putra Alhafiz
Anindra Guspa

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kontribusi self disclosure terhadap komunikasi interpersonal menantu perempuan dengan ibu mertua di Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi penelitian merupakan menantu perempuan di Kota Padang dan sampel penelitian adalah menantu perempuan dan ibu mertua yang tinggal serumah dengan usia pernikahan lima tahun awal yang pengambilan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data mengunakan skala psikologi sebagai instrument dan teknik analisis data adalah regresi linier sederhana dengan bantuan komputer SPSS (Statistic program for social sciene) versi 25.00 for windows. Hasil penelitian pada tahap uji normalitas menunjukkan bahwa skala self disclosure memperoleh skor K-SZ sebesar 0,992 dengan nilai P = 0,279 (P > 0,05) dan skala komunikasi interpersonal mendapatkan skor K-SZ sebesar 1,340 serta nilai P = 0,055 (P > 0.05), artinya skala self disclosure dan skala komunikasi interpersonal memiliki distribusi yang normal. Uji linearitas, diperoleh nilai F-Linearity dari variabel self diclosure dan komunikasi interpersonal sebesar 117,286 dengan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05), artinya kedua variabel penelitian memiliki kontribusi yang linear. Selanjutnya uji hipotesis, diperoleh koefisien korelasi antara self disclosure dengan komunikasi interpersonal nilai koefisien korelasi sebesar 0,858 dan nilai signifikan nilai P sebesar 0,000<0,05 yang artinya terdapat kontribusi self disclosure terhadap komunikasi interpersonal. Korelasi positif antara self disclosure dengan keterampilan komunikasi interpersonal dan terdapat kontribusi dari self disclosure terhadap keterampilan komunikasi interpersonal sebesar 73,1%. Sehingga disimpulkan bahwa self disclosure menantu perempuan berkontribusi pada tingkat keterampilan komunikasi interpersonal pada ibu mertua di Kota Padang dan dapat menumbuhkan relasi yang baik antar menantu perempuan dan ibu mertua.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Alhafiz, P. and Guspa, A. (2022) “KONTRIBUSI SELF-DISCLOSURE TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MENANTU PEREMPUAN DENGAN IBU MERTUA DI KOTA PADANG”, Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 5(1), pp. 558-570. doi: 10.31933/rrj.v5i1.646.
Section
Sosial Sciences

References

Agusviani, Y. (2010). Self disclosure menantu perempuan pada mertua perempuan guna mencapai relasi yang baik. Undergraduate Thesis. Diponegoro University.
Andriyani, S. S., dan Widyanti, N. (2015). Mertua Perempuan Dan Keharmonisan Keluarga. Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta.
Ariyani, D. R., dan Setiawan J. L. (2007). Pola relasi konflik interpersonalantara menantu perempuan dan ibu mertua. Arkhe Jurnal Ilmiah Psikologi, 12 (2), 77-90.
Azwar, W. (2001). Matrilokal dan Status Perempuan Dalam Tradisi Bajapuik. Yogyakarta: Galang Press.
Barlund, D. C. (1975). Public and Privat Self in Japan and the United States. Tokyo: The Simull Press.
DeVito, J. A. (2016). The Interpersonal Communication Book, 14th Edition. New York: Pearson Education.
Gainau, M. B. (2009). Keterbukaan diri (self disclosure) siswa dalam perspektif budaya dan implikasinya bagi konseling. Jurnal Ilmih Widia Warta, 33(1).
Gani, E. (2020). Sumbang duo baleh: education-valued expression for minangkabau women. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 485.
Hafied, C. (2007). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajawali Press.
Hakimy, H. I. (2001). Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hanifa, N. S. (2013). Meningkatkan Self disclosure dalam Komunikasi antar Teman Sebaya Melalui Bimbingan Kelompok Teknik Johari Window pada Siswa Kelas XI IS SMA Walisongo Pecangaan Jepara Tahun Ajaran 2011/2012. Semarang.
Kinanti, J. A., dan Hendrati, F. (2013). Hubungan tipe kepribadian dengan komunikasi interpersonal menantu perempuan terhadap ibu mertua. Jurnal Psikologi Tabularasa, 8(2), 671-680.
Kuntaraf, K. H. L. (1999). Komunikasi Keluarga. Bandung:Indonesia Publising House.
Li-Ching, S., dan Yi-Fang, L. (2015). Homogenous mothers-in-law, different daughters-in-law: in-law relationship comparison between Vietnamese and Taiwanese daughters-in-law. Asian Social Science, 11(4), 252-258.
Nanina., dan Dian. (2009). Haru Biru Menantu Mertua. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Noor, J. (2011). Metodologi Penelitian. Jakarta: Prenada Media Grup.
Oktaviani. (2010). Hambatan komunikasi interpersonal antara mertua danmenantu yang tinggal dalam satu rumah. Skripsi. Di unduh: 01 April 2021.
Ponzetti, J. J. (2003). Marriage and Family. USA: Macmillan Reference.
Savitri. (2012). Tanpa Judul. Diakses tanggal 20 Mei 2022, Retrieved from https://www.kompas.com/kesehatan/news/0507/22/111 405.
Septiani, D., Azzahra, P. N., Wulandari, S. N., dan Manuari, A. R. (2019). Self disclosure dalam komunikasi interpersonal: kesetiaan, cinta dan kasih sayang. FOKUS, 2(6), 265-271.
Sue, D. W., dan Sue, D. (1990). Counseling the Cultually Different: Theory and Practice. New York: John Wiley & Sons.
Sweat. (2006). Conflik beetween mother and daughters in law. Journal of Family History. 32(2),161-178.
Taylor, D. A. (2013). The development of interpersonal relationships: social penetration processes. The Journal of Social Psychology, 76, 79-90.
Winbaktianur. (2015). Konflik interpersonal menantu wanita dengan ibu mertua yang tinggal se-rumah. Jurnal Psikologi Islam Al Qalb, 7(1), 1-11.
Zulkifli. (2017). Ijtihad dalam masail al-fiqhiyah ala minangkabau studi atas pemikiran dan praksis hukum islam syekh sulaiman arrasuli. Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian, 5(1).