BENTUK DAN FUNGSI TARI SEWA DALAM UPACARA PESTA PERKAWINAN DI NAGARI PITALAH KECAMATAN BATIPUH KABUPATEN TANAH DATAR

Main Article Content

Sonia Ramadani
Desfiarni Desfiarni

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan   Bentuk dan Fungsi  Tari Sewa dalam Upacara Pesta Perkawinan di Nagari Pitalah Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti alat tulis, kamera foto dan handphone. Data penelitian ini menggunakan data primer dan data sekuder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi Tari Sewa adalah sebagai tari menyambut marapulai dan rombongan yang bagaimana tari sewa ini mengambarkan bagiamana marapulai dan anak daro menghadapi rintangan dalam berumah tangga. Bentuk gerak Tari Sewa di Nagari Pitalah ini tersusun dari 5 macam bentuk gerakan. Yakni : 1)Pasambahan, 2) Pacakakan tangan kosong , 3)Langkah gelek,  4)Pacakakan main sakin, dan  5) baleh pacakakan. Keunikan dari tari Sewa ini adalah tarian ini menggunakan pisau sebagai propertinya, karena kalau tidak menggunakan properti pisau dia tidak Tari Sewa namanya melainkan hanya silat biasa.  

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ramadani, S. and Desfiarni , D. (2022) “BENTUK DAN FUNGSI TARI SEWA DALAM UPACARA PESTA PERKAWINAN DI NAGARI PITALAH KECAMATAN BATIPUH KABUPATEN TANAH DATAR”, Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 5(1), pp. 708-715. doi: 10.31933/rrj.v5i1.662.
Section
Sosial Sciences

References

Amelia, R., Astuti, F., & Darmawati, D. (2018). Bentuk Penyajian Tari Barombai dalam Upacara Turun Ka Sawah di Nagari Padang Laweh Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung. Jurnal Sendratasik, 7(2), 1-5.
Desfiarni, D. (2004). Tari Luka Gilo: Sebagai Rekaman Budaya Minangkabau Praislam: dari Magis ke Seni Pertunjukan Sekuler (pp. 1-169). Kalika.
Dewi, C., & Indrayuda, I. (2020). Bentuk Penyajian Silek Kapak Sebagai Budaya Tradisi Masyarakat Di Kanagarian Padang Laweh Kecamatan Koto Tujuah Kabupaten Sijunjung. Jurnal Sendratasik, 10(1), 148-155.
Djelantik, A.M. (1999). Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Fatmawati, A., & Asriati, A. (2013). Fungsi Tari Kelik Lang dalam Upacara Adat Perkawinan di Kelurahan Pulau Temiang Kabupaten Tebo. Jurnal Sendratasik, 2(1), 18-25.
Hadi, Y. Sumandiyo (2003). Mencipta Lewat Tari. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia.
Jazuli, M. (2016). Paradigma Pendidikan Seni. Yogyakarta: Graha Ilmu.
M. D. Mansoer et.al. (1970). Sedjarah Minangkabau. Jakarta: B hratara
Moleong, Lexy J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja. Rosdakarya
Sedyawati, Edi.1981. Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan.
Soedarsono, R.M. (2001). “Raja dan Seni: Pengaruh Konsepsi Kenegaraan Terhadap Seni Pertunjuk-kan Istana”, dalam Jurnal Kebudayaan Kabanaran, Vol.1. Yogyakarta: Retno Aji Mataram Press-Yayasan Pustaka Nusatama. pp. 21-38.
Soedarsono. R. M. (2010). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.