Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata Pura Lempuyang di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Published
Jun 18, 2026
Abstract
This study is motivated by the importance of local community participation in community-based tourism development, particularly at the Pura Lempuyang Tourist Attraction in Karangasem Regency, Bali. Although local communities have been involved in various tourism activities, the level of participation and distribution of roles in decision-making remain important issues to be examined. This research aims to analyze the forms of participation, levels of participation, and the impacts of local community participation in the development of tourism at Pura Lempuyang. This study employs a descriptive approach using both qualitative and quantitative data. Data were collected through in-depth interviews, observation, documentation, and questionnaires distributed to local community members. Qualitative data were analyzed thematically using NVivo, while quantitative data were analyzed using a Likert scale based on Arnstein’s ladder of participation (1969). The findings indicate that community participation is predominantly characterized as induced participation, with the main involvement occurring in operational and economic aspects of tourism. The level of participation is situated at the degrees of tokenism, particularly at the informing stage, where the community is involved through information dissemination and consultation but has limited influence on decision-making processes. Community participation also generates positive impacts on economic, social and cultural aspects, including increased income, expanded business opportunities, strengthened social interaction, and reinforcement of cultural and religious values. This study concludes that community participation in Pura Lempuyang has developed but still requires strengthening in terms of authority distribution, equitable benefit-sharing, and involvement in strategic planning to ensure more inclusive and sustainable community-based tourism development.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Ranah Research.
References
Aulia, S. A., Nara, N., & Djaing, H. (2024). Tipologi partisipasi masyarakat dalam program desa wisata: Studi kasus Desa Timusu. Development Policy and Management Review (DPMR), 92–106. https://doi.org/10.61731/dpmr.v4i2.42171
Indriani, C., Asang, S., & Hans, A. (2021). Tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Desa Pali, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja. Development Policy and Management Review (DPMR), 1(1), 57–67. https://doi.org/10.61731/dpmr.vi.18597
Kurniawati, D., Nugroho, I., & Harianto, O. (2018). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Jurnal Pariwisata Nusantara, 5(2), 45–56.
Parmita, N. P. D., Ardika, I. W., & Putra, I. N. D. (2022). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Tampaksiring, Gianyar. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 17(1), 88–101.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
Rasoolimanesh, S. M., Jaafar, M., & Tangit, T. M. (2018). Community involvement in rural tourism: A case of Kinabalu National Park, Malaysia. Anatolia, 29(3), 337–350. https://doi.org/10.1080/13032917.2017.1412327
Riskayana. (2015). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Jurnal Administrasi Publik, 3(2), 120–132.
Rismayanti, P. R., Masdarini, L., & Suriani, N. M. (2020). Identifikasi partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Jurnal Bosaparis: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 11(2). https://doi.org/10.23887/jjpkk.v11i2.27397
Suansri, P. (2003). Community based tourism handbook. Bangkok: Responsible Ecological Social Tour Project.
Suhandi, A. S., Novianti, E., Oktavia, D., Khan, A. M., & Simatupang, W. P. (2022). Community participation process in community-based tourism development in Waerebo Traditional Village, Manggarai Regency, Flores. ASEAN Journal on Hospitality and Tourism, 20(2), 67–82. https://doi.org/10.5614/ajht.2022.20.2.05
Tikson, D. T. (2001). Pembangunan berbasis masyarakat dan partisipasi publik. Makassar: Hasanuddin University Press.
Tosun, C. (1999). Towards a typology of community participation in the tourism development process. Tourism Management, 10(2), 113–126. https://doi.org/10.1080/13032917.1999.9686975
Wardana, I. G., & Adikampana, I. M. (2018). Partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata di Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali. Jurnal Destinasi Pariwisata, 6(1), 78–84. https://doi.org/10.24843/JDEPAR.2018.v06.i01.p12
Wijana, P. G. (2019). Analisis bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Pura Puseh dan Pura Desa di Desa Batuan sebagai daya tarik wisata di Kabupaten Gianyar, Bali. JOURNEY, 2(1), 19–34. https://doi.org/10.46837/journey.v2i1.41