The Role of Religious Communities in Reducing Stigma and Building Empathy Towards Children with Special Needs
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Published
Oct 22, 2026
Abstract
Stigma toward children with special needs remains a social issue manifested through negative labeling, exclusion, unequal treatment, and perceptions that they are burdens to their families and communities. Previous studies have primarily examined inclusive education, psychological services, teacher training, and social policies, while the role of religious communities in transforming stigma into empathy requires further discussion. This study aims to analyze the role of religious communities in reducing stigma and fostering empathy toward children with special needs, as well as to explain how religious values can support inclusive social acceptance. This study employs a qualitative literature review approach, using thematic content analysis of relevant literature on social stigma, empathy, children with special needs, and religious communities. The literature synthesis indicates that religious communities can contribute through public education, family mentoring, inclusive participation, empowerment, cross-community collaboration, and inclusion campaigns. The study highlights the importance of moving beyond compassion toward justice, equal participation, and empowerment. It positions religious communities as socio-religious spaces that can connect changes in social perspectives, empathetic interactions, and inclusive practices. These findings provide a conceptual basis for understanding the contribution of religious communities to more equitable social acceptance.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Ranah Research.
References
Andreanus, J., Kurniawan, A., Maha Vihara Duta Maitreya, K., Panas, S., & Riau -Indonesia, K. (2018). Sejarah, Teori Dasar dan Penerapan Reinforcement Learning: Sebuah Tinjauan Pustaka. Jurnal Telematika, 12(2).
Babik, I., & Gardner, E. S. (2021). Factors Affecting the Perception of Disability: A Developmental Perspective. In Frontiers in Psychology (Vol. 12). Frontiers Media S.A. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.702166
Badi, U., Rohmawati, ’, & Pd, M. I. (2017). Peran Keluarga dalam Mengurangi Gangguan Emosional pada Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Pendidikan Islam, 2.
Br Nainggolan, I., Virma Saragih, Y., Marissa Pardosi, N., Fasyah, N., Siregar, D., Tansliova, L., & Amalia, N. (2025). Hubungan antara Empati Mahasiswa dan Kemampuan Berinteraksi dengan Anak Berkebutuhan Khusus. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 381–402.
Devi, Ivan, & Rumbi, F. P. (2021). Peran Gereja dalam Memberdayakan Penyandang Disabilitas di Gereja Toraja Jemaat Kaero. KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen Dan Pemberdayaan Jemaat, 2(1), 57–67. https://doi.org/10.34307/kinaa.v2i1.26
Dudella Desnani Firman Yasin, Getruida Banon H. Alow, Mu’awanah, Jonathan Kelabora, Yuanita Syaiful, Nurseha S. Djaafar, La Ode Alifariki, Joice Mermy Laoh, Rahmi Inayati, Jane A. Kolompoy, Marjes N. Tumurang, Iyam Manueke, Dionysius Sumenge, Yanni Karundeng, & Heriviyatno J. Siagian. (2025). Etika, Empati, dan Evidence: Fondasi Keperawatan Profesional (1st ed.). Perkumpulan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Progres Ilmiah Kesehatan / PROMISE Progres Ilmiah Kesehatan.
Dwi Ningsih, A. (2022). Penyandang Disabilitas, Antara Hak Dan Kewajiban. Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 92–100. https://jurnal.ishlahiyah.ac.id/index.php/jgt
Eka Mayang Sari, & Opi Andriani. (2024). Stigma Masyarakat Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Umum. Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial, 2(2), 62–67. https://doi.org/10.61132/nakula.v2i2.551
Hati, K., Shaluhiyah, Z., & Suryoputro, A. (2017). Stigma Masyarakat Terhadap ODHA Di Kota Kupang Provinsi NTT. Jurnal Promosi Promosi Kesehatan Indonesia, 12(1), 62–78.
Marlina. (2022). Aktivitas Sosial Keagamaan Komunitas Sahabat Difabel Lampung (SADILA) pada Penyandang Disabilitas. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Mustika Septi Handini. (2025). Peran Strategis Penyuluh Agama Islam dalam Menguatkan Mental dan Spiritual Keluarga Disabilitas di Family Support Group Kabupaten Wonosobo. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 4(1), 436–449. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v4i1.4743
Noor, M. H. (2016). Agama dan Pemberdayaan Difabel: Studi Komparatif terhadap Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (Yaketunis) dan Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen untuk Kesejahteraan Umum (Yakkum). Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 12(1), 17–37. https://doi.org/10.14421/rejusta.2016.1201-02
Normasari, E., Fitrianawati, M., Nurul, D., & Rofiah, H. (2020). Akseptabilitas Orang Tua Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Yogyakarta (Studi Kasus Pada Lembaga Federasi Komunikasi Keluarga Penyandang Disabilitas). WASIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(2), 133–139.
Noviandari, H., & Fitriara Huda, T. (2018). Peran Sekolah dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di SDLB PGRI Bangorejo Banyuwangi. Jurnal Psikologi, 5(1), 29–37.
Nugrahani, F. (2022). Metode Penelitian Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan Bahasa.
Nursholichah, K. U., Mufarrohah, A. F., & Setyo, B. (2024). Stigma Masyarakat terhadap Anak Penyandang Disabilitas. Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak, 5(2), 336–342. https://doi.org/10.46773/alathfal.v5i2.1456
Pali, A., Sukodoyo, & Medhacitto, T. S. (2025). Layanan Pendidikan Inklusi bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Buddhis. CJPE: Cokroaminoto Journal of Primary Education, 8(2), 739–760. https://e-journal.my.id/cjpe
Panther, G. M., & Bornman, J. (2025). Persons with Disabilities in the Christian Church: A Scoping Review on the Impact of Expressions of Compassion and Justice on their Inclusion and Participation. Journal of Disability & Religion, 29, 81–108.
Putri, D. I., Andriani, O., Eriska, H., Kurniya, B., & Rahmadani, N. D. (2025). Pentingnya Mengenal Karakteristik dan Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Vokasi Dan Seni, 3(2), 10–20. https://doi.org/10.52060/jpvs.v3i2.2929
Retnaningsih, I., & Hidayat, R. (2012). Representasi Sosial tentang Disabilitas Intelektual pada Kelompok Teman Sebaya. Jurnal Psikologi, 39(1), 13–24.
Richard West Lynn H. Turner. (2008). Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi (3rd ed.). Salemba Humanika.
Ririn Izzati Pangestuti, Muhammad Mona Adha, Edi Siswanto, Yunisca Nurmalisa, & Abdul Halim. (2026). Peran Volunteer Komunitas SADILA (Sahabat Difabel Lampung) dalam Pengembangan Inklusi Sosial. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(1), 98–112.
Rismi, R., Suhaili, N., Marjohan, M., Afdal, A., & Ifdil, I. (2022). Bimbingan kelompok dalam pemahaman nilai empati untuk meningkatkan sikap prososial siswa. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 8(1), 14. https://doi.org/10.29210/1202221496
Salsa Bela, W. N., Ardiyanto, A., & Nuvitalia, D. (2025). Analisis Dampak Pemberian Reward Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas III SDN Penggaron Kidul Semarang. Jurnal Inovasi Pembelajaran Di Sekolah, 6(1), 023–032. https://doi.org/10.51874/jips.v6i1.305
Sunardin. (2021). Manusia Membutuhkan Agama di Masyarakat. Misykat Al-Anwar: Jurnal Kajian Islam Dan Masyarakat, 4(1), 1–28. https://doi.org/10.24853/ma.4.1.1-28
Thahir, A., & Haramain, M. (2025). Rekonstruksi Strategi Pendidikan Islam, Hukum Fikih, dan Strategi Dakwah bagi Penyandang Disabilitas. Interdisciplinary Review of Islamic Studies, 2(1), 58–81. https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/iris
Wicaksono, A., & Irawaty, F. (2023). Gereja Inklusif: Membangun Komunitas Ramah Yang Mampu Menangkal Stigma Terhadap Kaum Difable. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 6(2), 191–209. https://doi.org/10.34081/fidei.v6i2.480
YAKKUM. (2024). Konsultasi Nasional Gereja dan Disabilitas: Membangun Persekutuan yang Inklusi dan Melayani Bersama sebagai Kawan Sekerja Allah.
Zaskia, A. H., Maulidina, C. A., Azalia, V., Fadilah, A., & Harum, T. M. (2025). Pengaruh Stigma Sosial Terhadap Anak dengan Hambatan Intelektual. Jurnal UNIK: Pendidikan Luar Biasa, 9(2), 111. https://doi.org/10.30870/unik.v9i2.30536