Hubungan Kadar Asam Urat dengan estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) pada Orang Dewasa Normal
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Published
Mar 15, 2026
Abstract
Gangguan fungsi ginjal sering berkembang tanpa gejala awal, sehingga deteksi dini penting meskipun pada individu sehat. eGFR merupakan indikator utama fungsi ginjal, sedangkan asam urat adalah hasil metabolisme purin yang diekskresikan melalui ginjal dan dapat memengaruhi kinerjanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar asam urat dengan nilai estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) pada orang dewasa normal. Penelitian menggunakan desain analitik observasional retrospektif dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dari rekam medis 62 orang dewasa usia 29–58 tahun yang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Rumah Sakit Kepolisian di Daerah Istimewa Yogyakarta, dipilih dengan purposive sampling. Variabel meliputi usia, jenis kelamin, kadar asam urat, dan eGFR. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara kadar asam urat dan eGFR.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Ranah Research.
References
Aulia, D., Siswadi, A. G., & Abidin, F. A. (2024). Gambaran gaya hidup sehat dewasa Indonesia dalam perspektif sosiodemografi. J Psychol Sci Prof, 8(2), 168–176.
Buckingham, S. A., Morrissey, K., & Williams, A. J. (2020). Physical activity wearables in police force. BMC Public Health, 20(1645), 1-16.
Chen, Z., Ding, Z., & Fu, C. (2014). Serum uric acid and renal function. J Clin Med Res, 6(6), 443–450. https://doi.org/10.14740/jocmr1954w
Chung, S., & Kim, G. H. (2021). Urate transporters in the kidney. Electrolytes Blood Press, 19(1), 1–8.
Dupuis, M. E., Nadeau-Fredette, A. C., & Madore, F. (2020). Association of glomerular hyperfiltration and cardiovascular risk in middle-aged healthy individuals. JAMA Netw Open, 3(4), e202970. https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2020.2970
Hasibuan, E. S. (2022). Polisi wanita dan reformasi kesetaraan gender Polri. Krtha Bhayangkara, 16(1),139-150.
Hustrini, N. M., Susalit, E., & Rotmans, J. I. (2022). Prevalence and risk factors for chronic kidney disease in Indonesia. J Glob Health, 12(04074), 1-10.
Irawan, F. S., & Ludong, M. (2020). Gambaran fungsi ginjal pada lansia Panti Wreda Salam Sejahtera berdasarkan estimated glomerular filtration rate (eGFR). Tarumanagara Med J, 2(2), 244–251.
Jesuthasan, A., Ali, A., & Lee, J. K. (2022). Physiological markers after exercise. Nutrients, 14(4685),1-20.
Kamajaya, D., Tontowiputro, D. K., & Triliana, R. (2024). Penuaan menurunkan laju filtrasi glomerulus ginjal pria sehat di Malang Raya. J Kedokt Komunitas, 12(1) 1-8.
Li, N., Wu, J., & Chen, J. (2024). Association between serum uric acid variability and mild eGFR decline in Chinese adults: a retrospective cohort study. BMC Nephrol, 25(1), 361. https://doi.org/10.1186/s12882-024-03910-z
Linde, S., & Egede, L. E. (2023). Community social capital and population health. JAMA Netw Open, 6(8), e2331087.
Magro-Montañés, B., Pabón-Carrasco, M., & Romero-Castillo, R. (2024). Neighborhood social capital and health. Public Health Nurs, 41(4), 845–861.
Pelupessy, T. E., Kusadhiani, I., & Latuconsina, V. Z. (2021). Hubungan nilai estimasi laju filtrasi glomerulus dengan kadar asam urat serum pada pasien penyakit ginjal kronik non dialisis. Molucca Med, 14(1), 1–10.
Qin, Q., Qian, Y., & Zhu, G. (2019). The correlation between serum uric acid and renal function in elderly Chinese diabetes with normoalbuminuria. Int J Endocrinol, 2019(1435875), 1-7. https://doi.org/10.1155/2019/1435875.
Russo, E., Viazzi, F., & Pontremoli, R. (2022). Uric acid and kidney function. J Nephrol, 35(1), 211–221.
Salgado, J. V, Neves, F. A., & Bastos, M. G. (2010). Monitoring renal function: measured and estimated GFR. Braz J Med Biol Res, 43, 528–536. https://doi.org/10.1590/S0100-879X2010000600002
Shareck, M., Aubé, E., & Sersli, S. (2023). Neighborhood environments and health inequality. Int J Environ Res Public Health, 20(5474),1-20.
Toyama, T., Furuichi, K., & Shimizu, M. (2015). Serum uric acid and chronic kidney disease. PLoS One, 10(9), e0137449.
Yim, J., Son, N. H., & Kyong, T. (2023). Muscle mass and serum creatinine. Heliyon, 9(11), 1-8.
Zsom, L., Zsom, M., Salim, S. A., & Fülöp, T. (2022). Estimated glomerular filtration rate in chronic kidney disease. Toxins, 14(2), 127, 1-16. https://doi.org/10.3390/toxins14020127