Pelaksanaan Latihan Permainan Bocce Bagi Siswa Down Syndrome di SLBN 1 Harau

Main Article Content

Arfi Teguh Qalbi
Jon Efendi

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa Down Syndrome  yang memiliki prestasi dalam bidang olahraga bocce di SLBN 1 Harau. Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahi bagaimana pelaksanaan latihan permainan bocce bagi siswa Down Syndrome di SLBN  1 Harau Provinsi Sumatera Barat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru pembimbing atau instruktur olahraga bocce. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mencatat hasil penelitian, mengklasifikasikan data, menganalisis serta memaknai data dan menarik kesimpulan. Selain itu, teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini akan menggambarkan tentang bagaimana pelaksanaan olahraga bocce yang meliputi bentuk pelaksanaan olahraga bocce yaitu langkah – langkah persiapan olahraga bocce, program tidak ada secara tertulis  tetapi untuk  jadwal latihan olahraga bocce ada dalam bentuk tulisan, metode yang digunakan adalah metode demonstrasi dan metode latihan. Penyediaan sarana dan prasarana olahraga bocce oleh sekolah seperti bola,dan lapangan, serta tenaga pelatih. Kendala-kendala yang ditemui dalam pelaksanaan olahraga bocce adalah siswa lebih sering mengikuti suasana hati, kurang motivasi yang berasal dari luar diri, dan tidak adanya kurikulum atau program khusus untuk olahraga bocce secara tertulis. Solusi yang dilakukan guru pembimbing untuk mengatasi kendala tersebut adalah pemberian arahan dan motivasi kepada siswa, tidak memaksa siswa harus latihan, serta pembinaan yang dilakukan sejak awal bagi siswa yang memiliki potensi di bidang olahraga bocce serta pemberian dukungan dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.   

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Qalbi, A. T. and Efendi, J. (2020) “Pelaksanaan Latihan Permainan Bocce Bagi Siswa Down Syndrome di SLBN 1 Harau”, Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 2(4), pp. 11-19. doi: 10.31933/rrj.v2i4.299.
Section
Education

References

Abdurrahman, Fathoni. 2006. Metodoligi Peneitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Ahmadi, Rulam.2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Alimin, Z. (2012). Siswa Berkebutuhan Khusus.Universitas Pendidikan Indonesia: Bandung. Modul tidak diterbitkan.
Andini. 2016. Pengembangan Model Pembelajaran Motorik Berbasis Permainan Pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Siswa Tunagrahita. Motion. 7(1):74.
Anonim. 2017. 5 Olahraga Tepat Untuk Siswa Berkebutuhan Khusus. http://sukalive.com/blog/2017/04/5-olahraga-tepat-untuk-siswa-berkebutuhan-khusus/. Diakses 18 Mei 2019
Arikunto, Suharsimi. 1993. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
Arikunto, Suharsimi. 2003. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Bandi, Delphie. 2007. Pembelajaran Untuk Siswa dengan Kebutuhan Khusus. Jakarta: Depdiknas.
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York: W.H Freeman and Company.
Damri. (2017). Suppressing The Hyperactivity Behaviour Of Students With Autism Through A Time-Out Strategy. International Conference Of Early Childhood Education, 169, 102–104.
Ganda, S. (2009). Anak Berkebutuhan Khusus. Padang: UNP Press.
Ginting, S. B. (2018). Efektivitas Metode Demonstrasi dalam Meningkatkan Keterampilan Membuat Smoothies Bagi Anak Tunarungu, 6, 37–42.
Hanindita, Meta. 2017. Olagraga untuk Siswa Berkebutuhan Khusus. http://mommiesdaily.com/2017/09/09/olahraga-untuk-siswa-berkebutuhan/khusus/amp/. Diakses 18 Mei 2019.
Herdiansyah, Haris.(2012). Metodoligi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Hudiyah, Aniq. 2016. Efikasi Diri Siswa Berkebutuhan Khusus Yang Berprestasi Di Bidang Olah Raga. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan. 04(02):164.
Klassen, R. (2002). A Question of Calibration: A Review of the Self-Efficacy Beliefs of Students with Learning Disabilities. Learning Disability Quarterly, 25(2), 22–102. http://doi.org/10.2307/1511276
Lackaye, T., Margalit, M., Ziv, O., & Ziman, T. (2003). Comparisons of Self-Efficacy, Mood, Effort, and Hope Between Students with Learning Disabilities and Their Non-LD-Matched Peers. Learning Disabilities Research & Practice, 21(2), 111– 121. http://doi.org/10.1111/j.1540-5826.2006.00211.x
Mazzoni, E. R., Purves, P. L., Southward, J., Rhodes, R. E., & Temple, V. A. (2009). Effect of indoor wall climbing on self-efficacy and self-perceptions of children with special needs. Adapted Physical Activity Quarterly, 26(3), 259–273.
Moleong, Lexy J. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Novianto, Hedi. 2019. Kontingen Indonesia jadi Magnet Perhatian Special Olympics 2019. https://beritagar-id.cdn.ampproject.org/11/03/2019.
Prabowo, P. H. (2011). Segenggam EmasBagi Indonesia Di tengah Keterbatasan. http://www.phinisinews.com/read/2011/7/10/3855. Ditulis pada 10-07-2011 17:22:32 WIB.
Setyawatie, Wina. 2019. Ini Perbedaan Special Olympics danParalimpik.https://www.pikiran-rakyat.com/olah-raga/2019/03/12/ini-perbedaan-special-olympics-dan-paralimpik. Diakses 18 Mei 2019.
Sofiana, Sulvi. 2019 Maret 23. Rayakan Hari Down Syndrome dengan Olahraga Bocce. Tribunnews.
Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi.A (2005). Manajemen Penelitian. Bandung: PT Asdi Mahasatya.
Sumardi. 2009. Buku Panduan Cabang Olahraga Bocce Special Olympics. Jakarta: Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia.
Sutjihati, Somantri. 2006. Psikologi Siswa Luar Biasa. Bandung: PT Refika Aditama.