Analisis Bentuk Pertunjukan Opera Cinta di Bawah Rembulan Karya Agung Kusumo Widagdo

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Hafiz Nur Hidayat
Sestri Indah Pebrianti

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk pertunjukan Opera Cinta di Bawah Rembulan yang disajikan di halaman Pendhapa Balai Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis bentuk pertunjukan tersebut melalui pendekatan etnokoreologi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui observasi pertunjukan, wawancara dengan pihak yang terlibat dalam produksi, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan Opera Cinta di Bawah Rembulan merupakan dramatari yang memadukan unsur verbal dan nonverbal dalam satu kesatuan penyajian. Komponen verbal terdiri atas tembang, monolog, dan dialog yang berfungsi menyampaikan alur cerita serta memperjelas hubungan antar tokoh. Sementara itu, komponen nonverbal meliputi tema, alur cerita, gerak, penari, pola lantai, ekspresi wajah, rias, busana, musik, panggung, properti, pencahayaan, dan setting panggung yang saling mendukung dalam membangun struktur dramatik serta visual pertunjukan. Keterpaduan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pertunjukan ini tidak hanya menampilkan gerak tari, tetapi juga memanfaatkan berbagai elemen artistik untuk menciptakan pengalaman pertunjukan yang estetis dan komunikatif bagi penonton. Temuan ini memberikan implikasi praktis bahwa pengemasan dramatari berbasis ruang publik dapat menjadi strategi efektif dalam pelestarian dan revitalisasi seni tradisi agar tetap relevan dengan masyarakat kontemporer.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Hidayat, H. N. and Pebrianti, S. I. (2026) “Analisis Bentuk Pertunjukan Opera Cinta di Bawah Rembulan Karya Agung Kusumo Widagdo”, Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 8(2), pp. 1295-1307. doi: 10.38035/rrj.v8i2.2032.

References

Atmaja, N. F., & Swasto, D. F. (2023). Kesiapan Kota Surakarta Sebagai Kota Kreatif Bidang Kriya dan Kesenian Rakyat. Syntax Idea, 5(3), 354-370. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v5i3.2154
Diyanti, I. N. K., & Kurniawati, W. (2025). Adaptasi Alur dalam Ekranisasi Dongeng Sechse Kommen Durch die Ganze Welt karya Brüder Grimm ke Film Sechse Kommen Durch die Ganze Welt karya Uwe Janson. IDENTITAET, 14(3), 51-58.
Fatimah, S. N. (2025). Estetika Busana Pada Pertunjukan Tari Dana Dalam Kehidupan Masyarakat Arab Melayu Jambi Kota Seberang (Doctoral dissertation, Universitas Jambi).
Hadi, Y. S. (2012). Koreografi: Bentuk-teknik-isi. Dwi-Quantum.
Hadi, Y. S. (2018). Revitalisasi tari tradisional. Dwi-Quantum.
Jupri, A. R., Solihati, N., Sari, Z. (2024). Pembelajaran Drama melalui Metode MENU BAPER. UHAMKA PRESS.
Kiswanto, A., Joko, T., Dwiyanto, A. (2021). Gebrakan dan Penganekaragaman Budaya Persaingan dalam Pertumbuhan Seni Pertunjukan Rakyat di Boyolali Jawa Tengah. Kawistara, 11(2), 198–215.
Latief, R. (2021). Jurnalistik sinematografi. Prenada Media.
Lusiana, M. (2025). Kreativitas Artistik Di Balik Tata Rias Panggung. Deepublish.
Margono, D., & Sumardi, S. A. (2007). Apresiasi Seni Seni Rupa & Seni Teater 2. Yudhistira Ghalia Indonesia.
Maryono. 2015. Analisa Tari. Surakarta: ISI Press
Moleong, Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Penerbit PT Remaja
Nispiana, S., Banistira, A., & Nisa, S. I. (2025). Kajian Konseptual Pembelajaran Naskah Drama Sebagai Upaya Pengembangan Literasi Sastra Peserta Didik. Multidisciplinary Research Journal, 1(2), 44-51. https://doi.org/10.70716/murej.v1i2.148
Novianto, W. (2022). Bentuk, Gaya, dan Makna Akting dalam Film Opera Jawa Sutradara Garin Nugroho. Ekspresi, 10(1), 58–71. https://doi.org/10.24821/ekp.v10i1.7852
Pramutomo, R. M., Slamet MD, S. M., & Mulyadi, T. (2018). Langen Carita Jaka Tingkir Opera Edukasi Anak. Panggung, 28(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v28i3.506
Purwanto, J. (2016). Drama Seni Sastra dan Seni Pementasan. Magnum Pustaka.
Restian, A. (2017). Pembelajaran Seni Tari di Indonesia dan Mancanegara. UMM Press.
Sartika, R. (2022). Analisis Alur dan Pengaluran pada Film “99 Kali Rindu” (Doctoral dissertation, IAIN PAREPARE).
Sitharesmi, R. D., & Semiaji, T. (2023). Analisis tari. Deepublish.
Soedarsono, R.M. (2002). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatid, dan R&D. Penerbit Alfabeta.
Supriatin, E. S. (2020). Kajian makna puisi keagamaan (Metode Hermeneutika). SPASI MEDIA.
Wardani, A. W., Qur'aniyah, D. M., & Nopiasanti, S. (2023). Pembelajaran Seni Tari. CV. Tatakata Grafika.
Widyastitieningrum, S. R., & Herdiani, E. (2023). Pelestarian Budaya Jawa: Inovasi dalam Bentuk Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari. Panggung, 33(1), 58–71. https://doi.org/10.26742/panggung.v33i1.1752
Yudiaernanda, E. P., & Supriyanto, S. (2022). Pertunjukan Opera Agnus Perditus Karya Matheus Wasi Bantolo. Greget: Jurnal Kreativitas Dan Studi Tari, 20(1), 45–57. https://doi.org/10.33153/grt.v20i1.4034.