Meningkatkan Motorik Halus Melalui Lego Dasar bagi Anak Tunagrahita
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Published
Jan 27, 2020
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi tentang seorang anak tuangrahita ringan yang mengalami kesulitan pada motorik halus seperti meremas kertas, menempel, menggunting, menggambar. Ketika peneliti melakukan pengamatan pada saat pembelajaran keterampilan dimana anak mewarnai gambar hingga keluar garis dan tidak rapi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa lego dapat meningkatkan motorik halus anak tunagrahita ringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian subjek tunggal/Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Mengukur dan mengumpulkan data pada kondisi baseline (A1), memberikan intervensi (B) dengan menggunakan lego, dan kondisi baseline (A2). Teknik analisis data menggunakan analisis visual grafik. Pengukuran variabel dengan menggunakan persentase dari jumlah item instrumen. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan motorik halus secara positif, dimana pada kondisi baseline (A1) dan intervensi (B) Overlap adalah 0 % dan pada kondisi baseline (A2) dan intervensi (B) Overlap adalah 50 %. Semakin kecil persentase Overlap, maka semakin baik pengaruh intervensi yang dilakukan terhadap perubahan tingkah laku. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa lego dapat meningkatkan motorik halus anak tunagrahita ringan.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Ranah Research.
References
Julianti, E., & Fatmawati. (2018). keterampilan shibori untuk meningkatkan kemampuan motorik halus bagi anak autisme. Jurnal Pendidikan Khusus.
Kartini, & Susilawati, I. (2018). Pengaruh media pembelajaran lego untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(November). https://doi.org/10.31932/jpaud.v1i2.386
Setyani, M. R. (2017). Penerapan lego bricks dalam pembelajaran sebagai strategi untuk meningkatkan kecerdasan matematis siswa dalam menghitung bilangan berpangkat. Jurnal Fibonacci, 3. https://doi.org/https://doi.org/10.24853/fbc.3.1.53-64
Setyantara, rudy putra, Indriani, H. C., & Mulyono, H. (2018). Perancangan Interior House of Lego di Surabaya. Jurnal Intra, 6(2).
Soebachman, A. (2012). Permainan asyik bikin anak pintar. Yogyakarta: In Azna Books.
Sunanto, J. (2005). pengantar penelitian dengan subyek tunggal. Otsuka: Universitas of Tsukuba.
Sunanto, J., Takeuchi, K., & Nakata, H. (2006). Penelitian dengan Subyek Tunggal. Bandung: UPI Press.
Susanti, M. Y., & Iswari, M. (2013). EFEKTIVITAS MEDIA PITA GARISBILANGAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAHAN BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS DIV/C di SLB LIMAS PADANG. Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus, 2(3).